Pernah Merasa Tahu Sesuatu, Tapi Sangat Sulit Untuk Mengucapkannya? Yuk Kenalan dengan Tip-of-the-tongue!

Tip-of-the-tongue – Hai, fellas!

Pernahkah kalian merasa tahu sesuatu, tapi sangat sulit untuk mengucapkannya? Rasanya, jawaban sudah diujung lidah, tapi susah banget keluar. Padahal, kita sebenarnya tahu banget apa yang dimaksud, mulai dari tekstur, ukuran, warna, bentuk, dan karakteristik lainnya.

Dahi mengernyit, otak berpikir keras, terbayang-bayang suatu kata… Eh, tetap enggak ketemu yang dimaksud itu apa. Hmm, mungkin fellas sedang mengalami tip-of-the-tongue, tuh!

Apa Sih yang Dimaksud dengan Tip-of-the-tongue Itu?

Tip-of-the-tongue adalah fenomena ketika kita mengalami ketidakmampuan untuk mengingat kata yang tepat. Fenomena ini bersifat universal alias normal saja terjadi karena bisa dialami oleh siapa saja pada keadaan apapun. Jadi, enggak perlu khawatir jika kamu pernah mengalaminya ya, fellas.

Sifatnya juga cenderung sementara, kok. Maksudnya, enggak berarti kita akan selalu lupa atau kesulitan mengingat kata yang tepat dalam setiap konteks percakapan, hanya sesekali. Meski begitu, semakin bertambahnya umur, intensitasnya memang akan meningkat.

Kata yang ada selalu bersumber dari suatu bahasa dengan maknanya sendiri. Nah, memproses bahasa ini merupakan hal yang sangat kompleks dalam otak manusia. Saat kita akan mengatakan sesuatu, kita memikirkannya dan otak akan memberikan kata-kata untuk mewakili ide-ide abstrak itu, baru deh kita bisa mengatakannya. Namun, karena prosesnya yang panjang dan kompleks ini, kadang suka terjadi kekeliruan, salah satunya ya tip of the tongue ini.

Mengapa Kita Mengalami Tip-of-the-tongue?

Sebenarnya, enggak ada jawaban sederhana yang bisa mendeskripsikan penyebab terjadinya tip-of-the-tongue. Hal ini dikarenakan tip-of-the-tongue adalah kondisi neurologis yang dapat disebabkan oleh banyak faktor dan sifat pribadi individu. Akan tetapi, kurang lebih beberapa hal berikut berkontribusi dalam fenomena tip-of-the-tongue yang kita alami;

  1. Kelelahan
    Saat kita kelelahan, fokus, perhatian, dan kesadaran kita mulai berkurang. Alhasil, ketika kita harus mengucapkan suatu kata secara spesifik, kita sangat rentan mengalami kebingungan. 
  1. Kondisi Psikologis
    Ketika kita lagi enggak baik-baik saja, sulit bagi kita untuk mengingat suatu kata dengan jelas. Hal ini terjadi karena mental dan fisik saling berhubungan, sehingga kondisi psikologis yang lemah membuat kemampuan berpikir kita ikut menjadi lebih lemah.
  1. Interaksi Sosial
    Semakin sedikit interaksi sosial yang kita lakukan, jumlah kata yang kita pahami pun akan semakin sedikit, apalagi jika kata tersebut bersifat asing. Akibatnya, meskipun kita tahu suatu kata, kita akan sulit mengucapkannya karena enggak benar-benar tertanam di otak. 
  1. Kapasitas Memori
    Setiap kata yang sudah kita ketahui akan disimpan di otak bagian memori dan akan digunakan sewaktu-waktu. Namun, bisa saja, kapasitas memori kita enggak terlalu kuat sehingga kata yang ingin kita ucapkan terasa buram dari ingatan. Kita mungkin hanya mengingat huruf awalnya atau huruf akhirnya, bukan satu kata itu secara utuh.

Apa yang Bisa Kita Lakukan Jika Mengalami Tip-of-the-tongue?

Meskipun tip-of-the-tongue normal terjadi, tentu kita enggak ingin itu terlalu sering kita alami. Hal ini karena tip-of-the-tongue seringkali membuat individu frustrasi, bahkan meski sudah ganti topik percakapan, masih saja dipikirkan. Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan jika kita mengalami tip-of-the-tongue;

  1. Mengurangi Intensitas Stres
    Ketika kita ingin mengatakan sesuatu tapi enggak tahu apa yang harus dikatakan, pastinya membuat kita sangat frustrasi dan stres. Namun, semakin intens stres yang dirasakan, semakin sulit bagi kita untuk mengingat kata spesifik tersebut. Jadi, tenangkan diri, atur nafas, dan cobalah secara perlahan kembali mengingat kata yang dimaksud.
  1. Hubungkan Kata dengan Cerita
    Ketika suatu kata berkaitan dengan suatu cerita bermakna, kata tersebut menjadi unik dan berbeda dengan yang lain. Alhasil, kita mampu menjelaskannya. Namun, ketika kata berdiri sendiri, bisa saja mengalami pengurangan makna dan sulit untuk diingat karena mirip dengan kata lain.
  1. Menjelaskan Karakteristiknya
    Untuk mengingat suatu kata secara spesifik, kita bisa menjelaskan karakteristiknya. Misal, bentuknya seperti apa, dapat digunakan oleh siapa, baunya seperti apa, dapat ditemukan di mana, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk semakin menspesifikasikan kata sehingga setiap kata yang mirip bisa dieliminasi kalau enggak sesuai karakteristik. 

Untuk meminimalisir nya tip-of-the-tongue, fellas juga bisa lakukan ini;

  1. Melatih Memori
    Ketidakmampuan mengingat kata pastinya berkaitan dengan kemampuan ingatan atau memori yang dimiliki oleh individu. Untuk mengurangi kemungkinan terus-menerus mengalami tip-of-the-tongue, fellas bisa melatih ingatan dengan bermain permainan kosakata ataupun menuliskan cerita dari apa yang terjadi selama satu hari. Sejatinya, otak sama seperti tubuh bagian lain yang butuh dilatih agar semakin optimal.
  1. Meningkatkan Intensitas Penggunaan Kata
    Kita bisa sulit mengingat kata karena kata tersebut jarang kita gunakan. Maka, untuk kata yang asing, cobalah untuk membentuk kalimat dari kata itu. Semakin banyak bentuk kalimat dengan kata asing bagi kita, akan semakin familiar dan mudah diingat, deh.

Fenomena tip-of-the-tongue memang bisa mengganggu dan membuat kita frustrasi, tetapi itu adalah hal yang normal terjadi. Kalaufellas mengalami tip-of-the-tongue dalam situasi genting, gunakanlah kalimat lain dengan makna yang mirip, ya…! Dengan begitu, fellas tetap bisa menjalani percakapan tanpa terhambat dalam waktu lama.

Sampai sini, siap mempertajam ingatan? Yuk, gaskan~


Penulis: Rayzafie
Editor: Zandha
Desain: Mita, Raima
SEO Editor: Adinda Zahra


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.