I Am Okay Indonesia

Tips Buat Kamu yang Ingin Mengatasi Emotional Burnout

Emotional burnout didefinisikan sebagai keadaan ketika kita merasa lelah secara mental dan tidak bertenaga yang diakibatkan oleh stres

“Aduh aku burnout!”

Kemungkinan besar kalian sudah gak asing lagi dengan istilah burnout. Bahkan mungkin sudah banyak dari kita yang pernah merasakan burnout. Tapi  tahukah kamu, kalau burnout ini ternyata ada banyak jenisnya lho! Salah satunya adalah emotional burnout

Apa Itu Emotional Burnout?

Emotional burnout didefinisikan sebagai keadaan ketika kita merasa lelah secara mental dan tidak bertenaga yang diakibatkan oleh menumpuknya stres atau masalah. Semua orang berpotensi untuk mengalami emotional burnout, tetapi semakin banyak tuntutan yang kamu hadapi, maka kemungkinan untuk mengalami emotional burnout juga semakin besar. Emotional burnout berbeda dengan stres biasa ya fellas karena emotional burnout biasanya lebih lama dirasakan dibandingkan stres. Emotional burnout juga pasti berdampak negatif pada kehidupan sehari-harimu.

Tanda-Tanda Emotional Burnout

Emotional burnout akan terlihat dari perasaan, emosi wajah, hingga perilaku kamu lho! Apa saja sih tanda-tandanya?

  • Menjadi lebih sensitif 
  • Emosi tidak stabil
  • Merasa tidak ada tenaga untuk mengerjakan kewajiban
  • Merasa lelah terus menerus walaupun tidak banyak kegiatan
  • Kesehatan fisik terganggu

Dampak Emotional Burnout

Tanda-tanda emotional burnout diatas berkaitan dengan dampak dari emotional burnout itu sendiri. 

1. Menurunnya performa kerja

Ketika kamu mengalami emotional burnout, kamu tidak akan ada tenaga untuk beraktivitas dan menjadi lebih cepat lelah. Kondisi itu bisa menurunkan performa kerjamu karena kamu tidak bisa fokus dengan kegiatanmu sendiri.

2. Interaksi sosial berkurang

Mudah kelelahan, emosi tidak stabil, dan menjadi lebih sensitif  akan membuat kamu malas untuk berinteraksi dengan orang lain. Saat mengalami emotional burnout, kamu juga mungkin berfikir kalau berinteraksi dengan orang lain tidak terlalu menyenangkan seperti biasanya. 

3. Gangguan pada kondisi fisik

Emotional burnout dapat membuat kamu jadi lebih sering sakit kepala, sakit perut, dan mengalami gangguan fisik lainnya. Kemungkinan kamu juga bisa mengalami perubahan pola makan dan pola tidur, lho!

Berbagai dampak ini harus diwaspadai ya! Bisa saja kamu tidak menyadari bahwa kamu sedang mengalami emotional burnout dan menganggap dampak-dampak ini hanya hasil dari stres biasa yang akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Tips untuk Mengatasi Emotional Burnout

Tentunya tidak ada yang mau mengalami emotional burnout karena tanda-tanda maupun dampaknya yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, hampir tidak mungkin juga kita semua terbebas dari emotional burnout. Nah, bagaimana sih cara untuk mengatasi emotional burnout? Yuk simak tipsnya!

1. Pahami dan terima keadaanmu

Cara pertama yang harus dilakukan adalah menerima bahwa kamu sedang mengalami emotional burnout. Ketika kamu mengalami emotional burnout, kamu mungkin merasa bahwa kamu sedang tidak dalam keadaan yang baik. Akan tetapi, bisa saja justru kamu merasa bahwa itu adalah kekurangan yang harus ditutupi. Padahal, emotional burnout wajar dirasakan oleh siapapun dan kamu harus menerimanya dulu baru bisa mengatasinya dengan baik.

2. Identifikasi alasan kamu mengalami emotional burnout

Emotional burnout dapat diatasi dengan lebih baik ketika kamu benar-benar mengetahui alasan kamu bisa mengalami hal tersebut. Coba lebih kenali dirimu agar kamu juga lebih mampu untuk mengidentifikasi sumber stresmu yang bisa saja berasal dari pekerjaan, tugas kuliah, masalah sekolah, masalah pertemanan, dan lain sebagainya.

3. Coba pikirkan solusi untuk masalahmu

Ketika sudah berhasil mengetahui alasan kamu mengalami emotional burnout, coba pikirkan baik-baik solusi yang paling tepat dengan keadaanmu, ya. Apakah kamu harus berlibur sejenak, bercerita dengan orang terdekat, beristirahat, atau berbagai cara lainnya. Memutuskan solusi tentunya tidak mudah, jadi jangan terburu-buru dan take your time fellas.

4. Lakukan self-care

Self-care sangat penting untuk kamu lakukan apalagi ketika kamu sedang mengalami emotional burnout. Pikirkan hobimu yang mungkin sudah sering kamu lewatkan karena kamu terlalu sibuk dengan tuntutan lainnya. Sisihkan waktu sejenak untuk melakukan apapun yang kamu suka agar setidaknya kamu bisa melepaskan emosi negatif dan perasaan tidak nyaman yang kamu rasakan.

Terakhir, jika kamu merasa bahwa emotional burnout yang kamu rasakan sudah terlalu lama dan berlarut-larut, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain ya! Bahkan, meminta bantuan kepada profesional pun tidak masalah lho! Hal yang paling penting adalah kebahagiaanmu kan?
Semoga kamu jadi lebih memahami apa itu emotional burnout dan cara untuk mengatasinya. Jangan lupa untuk memprioritaskan dirimu sendiri ya!

Penulis: Shafira Dumbi
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Zordy

Referensi:

  1. Cafasso, J. (2021). Emotional exhaustion: What it is and how to treat it. Healthline. https://www.healthline.com /health/emotional-exhaustion
  2. Mutiwasekwa, S. R. (2019). How to deal with emotional burnout. Psychology Today, https://www.psychologytoday.com /us/blog/the-upside-things /201908/how-deal-emotional-burnout
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.