Webinar Edukasi BonCabe Bersama I Am Okay dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Tentukan Prinsip Hindari Toxic Relationship

Jakarta, 11 November 2022 – BonCabe bersama I Am Okay dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah sukses melaksanakan Webinar dengan tema “Tentukan Prinsip Hindari Toxic Relationship”. Topik ini dinilai sangat edukatif mengingat maraknya kasus hubungan antar sesama manusia yang kurang sehat, melibatkan kekerasan fisik, dan dipenuhi tipu daya akhir akhir ini. 

Webinar dilaksanakan secara LIVE melalui Zoom, YouTube, dan TikTok Official BonCabe. Webinar kali ini menghadirkan Founder I Am Okay yang juga None Jakarta 2018, Athalla Hardian, dan Dokter Teladan Puskesmas DKI Jakarta, dr. Hafezd Herlando L.

Relationship bukan hanya istilah untuk pasangan kekasih, tetapi lebih kepada hubungan antar manusia satu dengan manusia lainnya. Hubungan yang sehat ini juga bisa dilihat dari beberapa hal seperti yang dikatakan dr. Hafizd Herlando L.

Relationship yang sehat bisa ditandai dengan menjaga komunikasi, menghargai perbedaan, dan saling mendukung satu sama lain untuk jadi lebih baik.” dr. Hafezd Herlando L, Dokter Teladan Puskesmas DKI Jakarta.

Webinar Tentukan Prinsip Hindari Toxic Relationship ini secara khusus membahas tentang apa sebenarnya toxic relationship, apa tanda kalau kamu ada di dalam hubungan yang toxic , bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini, dan cara menghindari toxic relationship.

Senada dengan apa yang disampaikan Athalla Hardian dalam Webinar Tentukan Prinsip Hindari Toxic Relationship ini, bahwa “Toxic Relationship paling berbahaya adalah saat orang yang tersakiti, menyakiti orang lain.” 

Webinar kali ini diikuti oleh ratusan peserta dan dihadiri perwakilan 120 Osis dari SMA yang ada di DKI Jakarta. Para peserta sangat antusias mengikuti webinar ini dengan memberikan tanggapan serta pertanyaan kepada pembicara yang menjadikan pembahasan topik kali ini jadi lebih menarik. 

“BonCabe sangat mendukung kegiatan yang berbau edukatif, terutama untuk anak muda. Topik webinar kali ini juga sangat menarik karena toxic relationship bisa terjadi pada siapa saja, untuk itu kita perlu menentukan prinsip agar bisa terhindar dari toxic relationship.” Meylanie Tambelangi selaku Head Of Brand Communication PT Kobe Boga Utama.


Sekilas Tentang PT Kobe Boga Utama

Didirikan pada tahun 1979 oleh Hestia Utomo & Sarwo Utomo, KOBE memulai perjalanannya sebagai industri rumahan di Semarang. Produk pertama KOBE adalah Tepung Bumbu yang kemudian menjadi tepung bumbu pertama di Indonesia. Sesudah mengawali eksistensinya sebagai pelopor, berbagai inovasi terus mewarnai setiap tahapan dalam sejarah pertumbuhan perusahaan. 

Pada tahun 1995, pabrik KOBE dipindahkan ke kawasan industri di Tangerang untuk pengembangan bisnis. Pada tahun yang sama diluncurkan merek khusus ekspor bernama Bali Kitchen, yang merupakan serangkaian produk lengkap dengan konsep kuliner tradisional Indonesia. Produk Bali Kitchen meliputi aneka rempah, bumbu, saus, mie, acar dan makanan pelengkap khas Indonesia lainnya.

Pada tahun 2006, KOBE meluncurkan divisi Food Service untuk melayani para pelanggan industri yang bergerak dalam bidang makanan dan retail. Melalui divisi Food Service ini, KOBE menawarkan solusi produk maupun kebutuhan layanan untuk beberapa pemain multinasional dalam industri makanan dan ritel.

Berbagai inovasi produk yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia terus meningkatkan eksistensi merek KOBE dalam kancah ritel Indonesia. Dengan konsep yang kuat dan kualitas produk yang terbaik, produk KOBE telah menjadi pemimpin pasar di berbagai kategori. Keberhasilan inovasi KOBE lainnya meliputi sambal tabur BonCabe, Mi BonCabe, Snack BonCabe, BonChili dan Selera Saus Tiram.